Pages

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts
Wednesday, April 1, 2009

Mamaku Idolaku...

Diantara saudaraku yang lain , bisa dibilang akulah yang paling dekat dengan mama.
Betapa tidak, walaupun terpisah kota , tiap hari aku pasti kontak ke rumah. Sekedar say hello , sudah makan belum, masak apa hari ini....something like that lah....
Bahkan ketika aku dinas luarpun aku tidak lupa pamit sama mama. Rasanya ada yang kurang jika satu hari saja aku ga denger suara mama.

Bagiku mamaku idolaku...
Beliau bisa jadi apa saja, jadi ibu, jadi guru, jadi sahabat...
Mama sangat demokratis , aku bisa ngomong apa saja ke mama, dari mulai kerjaan, keinginan, sampai urusan cowok hi...hi...hi...

Mamaku tipe pejuang sejati....
Semenjak aku duduk di bangku STM mama terkena diabetes. Hal itu menyebabkan tubuh mama jadi kurus. Dan semenjak itu harus mengkonsumsi berbagai macam obat dan jamu-jamuan yg rasanya hueeekkkk... paittt, tiap hari.

Namun semenjak bapak sakit terkena stroke Mei 2006, mama yang tadinya kemana-mana diantar bapak kini harus berjuang sendiri. karena semua anak-anaknya ada di Semarang. Hampir seluruh pekerjaan dihandle oleh mama. Mulai dari mandiin bapak, bangun tengah malam nuntun ke belakang, ngantar terapi, kontrol ke dokter, pergi ke alternatif, ke apotek, bayar listrik, PAM, telpon ...dlsb.... semua dilakukan sendiri , bahkan terkadang bersepeda siang hari di tengah terik matahari untuk membeli obat bapak, aku ga bisa melarangnya karena tdk ada di sana. Forgive me mom....


Beruntung sejak awal 2008 adekku sudah bekerja & di tempatkan di Tegal sehingga bisa menemani mama terlebih lagi setelah kepergian bapak.

Mama orang yang sangat aktif, meskipun sakit mama tidak pernah mau berhenti beraktifitas. Dari mulai mengaji, arisan ini, arisan itu, kader posyandu, buka warung, semua dikerjakannya. Mama juga orang yg supel, beliau punya banyak sekali teman di mana saja. Di rumah semarangpun, mamaku lebih terkenal dan sudah kenal dgn semua orang dibanding aku. Bahkan orang di kampung sebelah .


Kabar terakhir pertengahan Maret 09 lalu Posyandu di mana mama jadi kadernya, beserta 2 posyandu lain yang mewakili kelurahan Tegalsari-Tegal berhasil meraih juara I lomba apalah namanya aq lupa tingkat nasional. Hebatt...

Aku ingin seperti mama yang punya banyak teman dan gampang bergaul...
Aku ingin seperti mama yang pantang menyerah...
Aku ingin selalu membahagiakan mama......
Karena Ridho Mama adalah Ridho Allah...
Apapun yang mama inginkan, aku akan berusaha mewujudkannya
Sekuat yang aku bisa...


I LOVE U Mom......I'm proud of U
Friday, February 27, 2009

Selamat Jalan Bapak....

Today this day...1 month ago...
Tak terasa 1 bulan sudah bapak meninggalkan kami ...

Pagi itu terasa seperti pagi-pagi yang lain. Tak ada firasat apapun yang kurasa. Hanya saja saat aq memilih kerudung hijau untuk kukenakan entah kenapa akhirnya kulipat lagi dan kuganti dengan kerudung hitam polos. Mungkinkah itu sebuah pertanda?


Namun saat aq belum sampai kantor tiba-tiba aq dikejutkan telpon dari mama yang mengharuskan kami anak-anaknya pulang sekarang juga. Bapak sakit. Itu saja kata-katanya. Apakah Bapak terserang stroke lanjutan? Rasanya kemaren saat aq telpon mama keadaannya baik-baik saja. Tiba-tiba dadaku bergetar dengan kencang, setelah sampai di rumah masku untuk menjemput ponakanku, baru saja kaki ini turun dari motor hpku berbunyi lagi. Kali ini dengan berita bahwa Bapak sudah tidak ada... Hanya berselang 15 menit saja dari telpon pertama. 15 menit saja...


Badanku langsung lemas rasanya seperti tulang yg dilolos dari dagingnya. Alhamdulillah aq tidak pingsan, aq harus kuat berulang kali aq hanya bisa berucap Innalillahi wainna illaihi roji’un...sesungguhnya semua milik Allah dan akan kembali kepada Nya. Sambil menunggu mbakku datang, aq baca Yasiin dan berdoa.


Begitu cepatnya Bapak pergi...begitu indahnya pula proses kepulangannya...tanpa sakit, tanpa keluh, didampingi oleh mama dan adik serta sepupuku. Walaupun mengidap stroke saat itu kondisi terakhir Bapak sedang tidak dalam keadaan drop. Kami tidak menyangka sama sekali. Bahkan pagi itu mama masih sempat menjalankan aktifitas seperti biasa. Mengunjungi Om ku, membuatkan sarapan untuk adikku.
Ada sedikit penyesalan kenapa ketika week end terakhir itu aq yang biasanya sering pulang justru tidak pulang. Tapi sudahlah... tidak ada gunanya menyesal aq yakin semua itu sudah digariskan oleh Allah. Alhamdulillah aq bisa ikut mengantarkan Bapak sampai peristirahatan terakhir, walaupun ternyata banyak yang takut aq tidak kuat di pemakaman.



Bapak adalah sosok pendiam dengan kesabaran & keikhlasan tingkat tinggi. Bapak tidak pernah marah. Penyakit stroke yang dideritanya lebih dari 3 tahun tak pernah sedikitpun membuat beliau mengeluh, beliau lebih banyak diam. Kenangan-kenangan indah bersama beliau masih sering muncul. Teringat kembali bagaimana perjuangan Bapak & mama ketika harus bolak-balik ke Adiwerna dengan menggunakan becak untuk berobat. Masih hangat diingatan ketika kondisi Bapak masih belum begitu parah, tiap jum’at Bapak masih bisa ikut sholat jum’at di masjid dengan diantar & ditunggu oleh mama. Terkadang aq suka menggoda Bapak dengan mengetes hapalan surat-surat pendek untuk sholat. Dan ketika berhasil aq dan mama tepuk tangan dan tertawa.


Kini Bapak sudah jauh lebih bahagia di alam sana... aq yakin itu. Tanpa ada lagi rasa sakit yang ada hanya suka. Tugas kami untuk mendoakanmu sampai akhir hayat kami kelak, Insya Allah akan kami tunaikan...
Semoga kami bisa mengamalkan ilmu sabar yang kau ajarkan lewat sikap yang kau tunjukkan semasa hidupmu. Sebuah pelajaran tentang ilmu hidup.

Selamat jalan Pa...tunggu kami di sana, semoga kita semua bisa berkumpul di surga Allah kelak.


Dedicated to my beloved Father...270109