Pages

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts
Wednesday, April 22, 2009

Being A Woman...

Inilah 2 buku yang jadi sasaran-qu ketika minggu kemaren ga bisa tidur.


Golden Mom buku yang pertama berisi mulai dari A - Z bagaimana persiapan menjadi seorang ibu. Sangat menarik. Sedangkan buku kedua, isinya banyak menguras airmata, mengaduk-aduk perasaan-qu. Satu sama lain saling bertolak belakang. Yang satu bahagia sedang satunya penuh airmata kesedihan.


Catatan hati seorang istri mengupas realita bahwa tidaklah mudah menjadi wanita. Sekaligus juga memberi hikmah yg dalam bagaimana mereka melewati setiap masalah yg menghadang. Membaca lagi buku ini, kembali menyadarkan-qu bahwa betapa menjadi seorang wanita begitu sarat dengan beragam problema, namun disisi lain juga beribu kegembiraan...sangat kompleks. Wanita, bahwa dibalik fisiknya yang terkadang dianggap lemah, tersimpan kekuatan yang tidak disangka - sangka.

Memang ada wanita - wanita yang hidupnya beruntung, Namun tidak sedikit wanita yang menjadi korban, dilecehkan, dianiaya, diduakan, diselingkuhi. Sangat miris... Aq berharap semoga wanita-wanita yang hidupnya kurang beruntung bisa tetap sabar, tabah dan selalu bersyukur. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita kaum wanita bisa berdiri dan tegar menjalani hidup ini.

Aq ini bukan kaum feminis, sama sekali tidak. Justru aq adalah seorang wanita yang cenderung konservatif. Aq sangat mengimani bahwa wanita seberapapun hebatnya harus tunduk pada imam mereka, makhluk bernama laki-laki sebagai tempat sandaran. Aq hanya ingin laki-laki sadar betapa berartinya wanita. Kami tidak layak untuk disakiti. Karena mereka pun bisa hadir di dunia lewat perjuangan seorang ibu yang tidak lain adalah "wanita".


I'm a woman and I'm proud being a woman...





Teruntuk Mba Irdha & Tina, sobat2qu yang sedang merayakan kebahagiaan being a new mom ...congratulation...titip peluk cium tuk malaikat2 kecil kalian ...Both of u were a great woman...Doakan semoga jika saatnya tiba aq pun bisa berbahagia seperti kalian...
Monday, April 13, 2009

Nyontreng...


Mencontreng...mencoblos...menyentang... apapun namanya hari kamis 9 April kemaren baru aq lakukan. Sebagai warga negara Indonesia yang baik... halah...Aq ikut mensukseskan Pemilu. Meskipun aq ragu apakah Pemilu kali ini bisa dikatakan sukses atau tidak. Melihat begitu banyaknya aksi protes yg dilancarkan dr kubu2 yg tidak puas dgn pelaksanaan Pemilu kali ini. Bingung milih partai mana ? Insya Allah tdk berlaku buat diri-qu. Tapi kalo bingung milih caleg yang mana, itu baru bener. Asli walaupun dalam 2 minggu terakhir ini aq aktif browsing di internet cari tau siapa saja caleg yang ada, ternyata itu tidak banyak membantu. Begitu tiba di TPS aq baru tahu benar siapa-siapa caleg yang ada dan tak satupun yang aq kenal. Sudah ga bisa lagi tanya ke um google or um wiki siapa dan bagaimana latar belakang caleg2 tsb. Akhirnya ya itu tadi 2 kartu suara aq contreng hanya partainya saja. 1 kartu suara aq contreng by partai n calegnya dgn pertimbangan haji, titelnya panjang, wajah bersih, hmmm...naif sekali.
Dan ketika harus mencontreng gambar DPD pengin rasanya teriak “woiiii sapa kalian??? kenapa aq harus pilih kalian ??? apa yang membuat kalian pantas buat qu contreng? Apa bener kalian betul2 akan memperjuangkan daerah qu tercinta ketika kalian sudah duduk di Senayan sana. Jangan – jangan ketika kalian sudah merasakan empuknya kursi di sana kalian lupa pada kami.”


Teringat lagi omong kosong dengan rewang-qu yang ketika kutanya sudahkah punya pilihan ketika Pemilu nanti? dia cuma jawab embuh...bingung...ga ngerti. Pantaslah dia bingung wong aq aja bingung apalagi dia yang buta huruf n ga pernah bisa tau informasi apa dan siapa wakilnya nanti.
Begitu banyak penduduk negeri ini yang berada di posisi seperti rewangqu, tak tau menahu. Mereka merasakan jadi orang penting hanya ketika masa kampanye saja. Dapat sembako dari caleg partai A, dapat uang yg tak seberapa dari caleg partai B, dapat kaos dari caleg partai C. Saat para caleg butuh suara mereka, caleg-caleg itu akan entah dengan terpaksa atau tidak turun ke kampung, gang becek, pemukiman kumuh untuk menyambangi kaum marjinal dengan janji semanis madu. Tapi nanti ketika para caleg itu sudah meraih apa yg mereka incar mereka lupa.


Tapi bagaimanapun harapan terhadap Indonesia yg lebih baik harus selalu ditanamkan dalam diri qita. Pengin deh suatu saat bisa melihat wajah Indonesia dimana para wakil rakyatnya benar-benar amanah, jujur, anti KKN, ga hobby selingkuh or mendua, entah kapan...

Makanya aq ikut nyontreng pilih partai yg amanah (setidaknya menurut kacamata pengamatan-qu yg pengetahuan politiknya serba minim).




Jangan tanyakan apa yang negri ini berikan untukmu tapi tanyakanlah apa yg tlah kau berikan untuk negri ini...hmmm jadi malu :)

Thursday, February 19, 2009

Resolusi 2009...

Ketika di penghujung tahun 2008 kata itu terlintas dibenakku. Aq cuma bisa merenung. Apa ya resolusiku utk tahun depan ?
Sejenak teringat lagi saat masih pertengahan tahun 2008 salah seorang teman bertanya kepadaku. Apa resolusimu taun depan? Aq jawab , aq pengen nikah di taun 2009. Wow....mantappp.

Let's check it out :

Resolution plan 2009 versi pertengahan 2008 :

  • Pengen nikah , at least dikhitbah
  • Cari info posisi kosong di Tegal buat persiapan pindah setelah nikah
  • Nabung yang banyak
  • Liburan ke lombok or ke thailand
  • Bisa naek motor

Tapi ketika menjelang akhir 2008 aq break dengan si mas... hiks . Bisakah resolusi itu tercapai???
Rasanya banyak yg harus diralat .Terlebih ketika akhir Januari 09 kemaren Bapak meninggal, planku pun berubah.

Finally...di Tahun 2009 ini aq cuma pengen :

  • Bisa sering pulang ke Tegal nemenin mama, seminggu sekali.
  • Belajar bikin kue n masak.
  • Baca Yaasin min sehari 1 kali.
  • Banyakin ibadah nyiapin bekal utk mati.
  • Lebih sabar & banyak bersyukur.
Hmmm...sebuah resolusi yg sederhana...
Lalu di kemanakan cita-cita menyempurnakan separuh dien-mu???
Ahh...sekarang ini aq hanya bisa pasrah saja. Hanya ALLAH saja yang tau apa yg terbaik untukku.
Harapan tetap ada, doa tentu selalu teruntai di setiap sujud & pengaduanku.
Tapi aq tidak mau banyak berharap lagi...


Let it flow... biar sang waktu yang bicara....